Jualan Jamur Tiram Part 6

Senin, tanggal 19 Des 2011, kelompok kami sepakat tidak berjualan jamur crispy lagi, dan pada hari senin kami menjual jamur tiram mentah yang dikirim ke hardys. Semula kami memanen jamur tiram mentah di daerah Peguyangan salah satu milik anggota kelompok kami. Setelah memanen kami mempacking jamur tiram tersebut. Satu pcs seberat 100 gram. Kami menjual ke hardys dengan harga Rp.3000/pcs. Kami dapat memanen jamur tiram mentah pada saat itu sebanyak 7.5 kg bersih sehingga menjadi 75 pcs yang siap dikirim ke hardys Panjer. Hardys Panjer adalah Hardys pusat yang merupakan distributor ke Hardys-Hardys yang ada dibali. Dan keuntungan Kotor yang kami peroleh dengan mengirim 75 pcs jamur tiram adalah Rp.225.000. Keuntungan tersebut belum dipotong biaya packing. Dan uang tersebut tidak langsung dibayar oleh pihak Hardys, hardys akan mengirim ke rekening salah satu anggota kami pada akhir bulan. Untuk kendala kami sering terlambat mengirim jamur ke hardys karena jam pengiriman trersebut adalah jam 05.00 wita dini hari karena terlambat bangun pagi. Kami memanen jamur tiram pada pukul 16.00 wita sore setelah itu dipacking sampai dengan jam 18.00 wita dan dikirim keesokan harinya pada pukul 05.00 wita.

Foto dokumentasi

Memanen Jamur Tiram

Pengepakan Jamur Tiram

Advertisements

Jualan Jamur Crispy Part 5

Minggu, tanggal 18 Des 2011, kelompok kami sepakat untuk berjualan lagi di daerah puputan, kami memilih tempat ini lagi karena dilihat dari penjualan pada tgl 14 desember 2011 penjualannya yang paling banyak. Kami berangkat jam 16.00 Wita. Kami membawa 28 bungkus sama seperti tgl 14 desember 2011. Kami menjualnya pada pengunjung yang sedang bersantai di Puputan. Tidak sampai 2 jam jamur kami sudah habis, karena pada tanggal tersebut bertepatan dengan hari libur jadi pengunjung ramai. Untuk kendala Kami sempet ditegur oleh satpol PP kota Denpasar, karena di daerah Puputan tidak boleh berjualan, tetapi kami memberi penjelasan bahwa kami menjual makanan untuk tugas kuliah dan bukan semata-mata buat cari keuntungan dan akhirnya beliau mengijinkan kami untuk berjualan

Biaya produksi keripik jamur crispy sebesar Rp. 39.600, dengan rincian Jamur Tiram mentah= Rp.16.000/1 kg, bumbu tepung = Rp.8000, telur =Rp.4000/4 butir, minyak goreng = Rp.6000/0.5 botol, saos shachet= Rp.2800/28 biji, plastik mika=Rp.2800/28 biji. Dan keuntungan yang kami peroleh sebesar Rp. 16.400.

Dokumentasi saat jualan keripik jamur crispy

Regards, Kelompok 12

Jualan Jamur Crispy Part 4

Pada Tanggal 16 Desember  2011, kami membuat jamur crispy  yaitu 21 bungkus.  Kami menjual dagangan kami Dinas Sosial Provinsi Bali. Kami memilih disana karena ada salah satu anggota kelompok kami yang sering magang disana. kami menjualnya pada staff pegawai disana. Dari 21 bungkus sisa 2 bungkus dikarenakan sedikitnya pegawai yang berada dikantor, karena pada hari tersebut bnyak pegawai yang ada kegiatan diluar kantor. Kami memilih tempat ini karena produksi jamur tiram mentah kami dimonitoring oleh Dinas Sosial Provinsi Bali dahulu Dinas Sosial yang memberi bantuan bibit pada kami. Selain jamur crispy kami juga membawa jamur tiram mentah sebanyak 2 kg. kami menjualnya dengan harga Rp. 5000/0.25 kg.

Kami menghabiskan bahan-bahan untuk membuat  jamur crispy ini sebesar Rp.29.200,-. Adapun rinciannya Jamur Tiram mentah= Rp.12.000/0.75 kg, bumbu tepung = Rp.4000, telur =Rp.3000/3 butir, saos shachet= Rp.2100/21 biji, plastik mika=Rp.2100/21 biji. Jadi kami memperoleh keuntungan sebesar Rp.8.800,- . dan total keuntungan yang kami peroleh saat itu adalah sebesar Rp. 12.800,- Untuk ini, yang berjualan disana adalah eddy pradana karena salah satu anggota kelompok 12 ini mempunyai beberapa kenalan staff pegawai disana dan untuk anggota kelompok yang lain berjaualan ditempat yang berbeda. Untuk kendala kami sedikit digoda oleh ibu-ibu pegawai disana.:D

Jualan Jamur Crispy Part 3

Hari kamis, tanggal 15 Desember, kelompok kami melakukan penjualan keripik jamur di kampus, mumpung kuliah sekalian juga jualan. Kami berjualan dari pukul 10, dan dalam sekejap 20 bungkus keripik jamur crispy yang kami bawa habis terjual mungkin karena rasa keripiknya enak hehehe, yang beli juga kebanyak temen sekampus, jadi untuk penjualan kali ini tidak ada masalah.

Untuk biaya produksi sebagai berikut : Jamur Tiram mentah= Rp.12.000/0.75 kg, bumbu tepung = Rp.4000, telur = Rp.3000/3 butir, minyak goreng = Rp.6000/0.5 botol, saos shachet = Rp.2000/20 biji, plastik mika = Rp.2000/20 biji. Jadi untuk biaya total sebesar Rp. 29.000. Dan Keuntungan yang kami peroleh adalah sebesar Rp.11.000

foto-foto

Jualan Jamur Crispy part 2

Rabu, tanggal 14 Des 2011, kelompok kami sepakat untuk berjualan mulai jam 4 sore. Sebelum jam 4 sore kami menyiapkan perlengkapan yang kami akan butuhkan untuk berjualan, terutama jelas membuat keripik jamurnya crispy, klo keripik jamurnya gak disiapin apa nanti yang akan dijual ???  Kami memilih lokasi yang pengunjungnya ramai, kami sudah memutuskan untuk berjualan di daerah lapangan puputan denpasar, karena biasanya disana pengunjungnya cukup ramai.

Persiapan pun sudah lengkap, dan kami pun berangkat ke lokasi dengan membawa 28 kripik jamur (2x jumlah produksi kemarin), kami berharap penjualannya akan lebih baik dari kemarin. Sesampainya di lokasi kami melihat kebanyakan bapak-bapak dan ibu-ibu yang ada di lokasi, kebetulan  saat itu tak terlalu banyak pengunjung mungkin karena hujan grimis dan itu menjadi masalah untuk kelompok kami dan tidak sesuai dengan prediksi awal.

Walaupun hujan gerimis kami pun tetap bersemangat mencari pembeli untuk menawarkan jualan kami. Setelah lama kami berkeliling menjajakkan kripik jamur crispy kami, akhirnya habis juga, kurang lebih 2 jam-an.

Dalam berjualan kripik jamur ini, saat menawarkan pada calon pembeli, banyak pembeli yang menolak ada yang bilang “saya tidak suka jamur”, “saya sudah full nie mas”, “gak ada duit, gratis mau” dan banyak lagi.

Kendala berjualan saat itu adalah hujan gerimis, sehingga pengunjung kurang banyak. tetapi tetap kami bersyukur karena keripik jamur kami laku dan pembeli bilang “ENAK” hehehehe

Biaya produksi keripik jamur crispy sebesar Rp. 39.600, dengan rincian Jamur Tiram mentah= Rp.16.000/1 kg, bumbu tepung = Rp.8000, telur =Rp.4000/4 butir, minyak goreng = Rp.6000/0.5 botol, saos shachet= Rp.2800/28 biji, plastik mika=Rp.2800/28 biji. Dan keuntungan yang kami peroleh sebesar Rp. 16.400.

Dokumentasi saat jualan keripik jamur crispy

Foto bareng kelompok12

Regards, Kelompok 12

Jualan Jamur Crispy part 1

Pada Tanggal 13  Desember  2011, kelompok 12 merngerluarkan ide untuk membuka usaha penjualan jamur tiram yang dicrispy. Kami memilih jamur crispy karena, saingan jamur crispy sangat sedikit  di Bali.  Selain sedikit rasa jamur crispy juga sangat diminati masyarakat karena rasanya mirip daging ayam. Kami membuat jamur crispy di rumah  dengan resep kami sendiri. Adapun resep olahan kami adalah putih telur, tepung rasa, dan jamur tiram putih.  hari pertama jualan kami membuat sedikit  yaitu 14 bungkus  karena  baru pertama ada sedikit ketakutan   tidak lakunya dagangan kami.  Kami menjual dagangan kami untuk hari pertama adalah di fakultas Hukum Universitas Udayana. Kami memilih disana karena ada salah satu anggota kelompok kami yang sering magang disana. kami menjualnya pada staff IT disana dan staff mahasiswa disana. Tanpa disangka-sangka jualan kami laku cepat dan sangat diminati,tapi sayang kami hanya mambawa jualan sedikit. kami menjualnya dengan harga Rp.2000 per bungkusnya.

Kami menghabiskan bahan-bahan untuk membuat  jamur crispy ini sebesar Rp.22.600,-. Adapun rinciannya Jamur Tiram mentah= Rp.8.000/0.5 kg, bumbu tepung = Rp.4000, telur =Rp.2000/2 butir, minyak goreng = Rp.6000/0.5 botol, saos shachet= Rp.1300/13 biji, plastik mika=Rp.1300/13 biji. Jadi kami memperoleh keuntungan sebesa Rp.3400,- . Untuk hari pertama semuaanggota kelompok kami berjualan disana. Untuk Kendala hari pertama, untuk pembuatan sedikit kurang kesiapan maklum baru pertama kali membuatnya semua bahan kekurangan dan ada beberapa jamur yang agak sedikit gosong. Dan untuk kendala penjualan tidak terlalu sulit karena minat pembeli sangat banyak.

PRODUKSI JAMUR TIRAM

Produk Yang Dipasarkan

Produk yang kami pasarkan dalam usaha kami adalah pembudidayaan jamur tiram dan keripik jamur. Produk yang dijual adalah jamur tiram mentah siap olah dan keripik jamur siap makan. Produk ini dijual dalam kemasan-kemasan antara lain 100 gram, 250 gram, dan 500 gram yang sudah dipacking dengan plastik wrapping. Lokasi pemasaran di daerah pasar-pasar tradisional dan swalayan, dimana target pemasarannya yaitu konsumen tingkat akhir yang merupakan pembeli yang langsung memakan keripik jamur ini dan pemasok atau produsen bahan makanan yang berasal dari jamur tiram.

Jumlah Produksi

Jumlah Produksi jamur kami adalah rata-rata 8 kg/hari untuk 2000 baglog. Baglog diganti setiap 3 bulan sekali. Per kg nya kami jual dengan harga Rp. 20.000. Jadi penghasilan kotor setiap bulannya adalah rata-rata Rp.6.000.000. Sedangkan kami membeli baglog 3000/baglog. Keuntungan bersih setelah dipotong biaya lain sekitar Rp.1.000.000. Kami membeli baglog kepada orang yang membuat baglog jamur tiram di daerah Jl.Nangka Denpasar Utara.

Lokasi Pembudidayaan

Lokasi pembudidayaan jamur tiram kami terletak di daerah Desa Peguyangan Kaja, Denpasar utara. Peguyangan merupakan daerah pertanian di Denpasar. Jamur Tiram ini dapat tumbuh suhu 16-22 derajat C. Kami menempatkan baglog (kantong untuk media jamur tiram) pada suatu ruangan yang dilengkapi dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot/pengabutan. Pengabutan berfungsi untuk menyiram dan mengatur suhu udara pada kondisi optimal 16 – 22 derajat C dengan kelembaban 80 – 90% menggunakan timer untuk penjadwalannya.

Tenaga Kerja

Jumlah tenaga kerja termasuk ketua adalah 4 orang. Sistem kerja kami adalah kami panen setiap hari pada jam 19.00 wita dan langsung di packing sampai jam 21.00 wita. Dan pengiriman dilakukan pada pagi hari jam 04.00 wita ke hardys pusat panjer. Semua pekerja baik ketua maupun yang lainya juga melakukan pekerjaan packing dan pengiriman. Karena dalam usaha kami tidak ada yang bertindak sebagai atasan maupun bawahan. Untuk keuntungan kami memakai sistem bagi hasil dengan catatan sesuai kehadiran pekerja. Jika nanti usaha kami sudah berkembang dan membutuhkan lebih banyak pekerja, kami akan merubah sistem kerja kami dengan memperlakukan staff inti hanya mengontrol saja pekerja yang berada dibawahnya. Kriteria pekerja yang kami butuhkan adalah ulet, pekerja keras, dan mampu bertanggung jawab. Untuk pekerja kami tidak perlu berpendidikan tinggi.

Kriteria Tenaga Kerja yang dibutuhkan :

Bendahara :

  • Jujur
  • Pendidikan minimal D3 Akuntansi
  • Dapat bekerja sama
  • Pria / Wanita usia max 35 tahun

Sekretaris :

  • Jujur
  • Pendidikan minimal D3
  • Dapat bekerja sama
  • Pria/wanita usia max 35 tahun

Marketing :

  • Jujur
  • Pendidikan minimal D3 Marketing
  • Dapat bekerja sama
  • Pria/wanita usia max 35 tahun

Pekerja :

  • Pendidikan minimal SMA
  • Mampu berkomunikasi dengan baik
  • Mau bekerja sama dan jujur
  • Mengetahu tentang budidaya jamur tiram dan pengolahannya
STRUKTUR ORGANISASI

Revisi Poster

 

Revisi pada POSTER

1. Mengubah Latar belakang poster agar lebih menarik.

2. Menambah Label HALAL (karena merupakan produk makanan)

By kelompok12site Posted in Makanan

KASUS ETIKA BISNIS

“Maraknya Peredaran Makanan Dengan Zat Pewarna Berbahaya”

DEPOK – Hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Kota Depok menyebutkan, sebanyak tujuh pasar tradisional di Depok terbukti menjual bahan pangan yang mengandung zat berbahaya.Sebelum diuji, Dinkes mengambil sample di puluhan pedagang di pasar tradisional dengan menggunakan enam parameter bahan tambahan yaitu, boraks, formalin, rodhamin, methanil yellow (pewarna tekstil), siklamat (pemanis buatan), serta bakteri makanan.Kepala Seksi Pengawasan Obat dan Makanan Dinas Kesehatan Kota Depok, Yulia Oktavia mengatakan, enam parameter tambahan pangan berbahaya tersebut dilarang digunakan untuk campuran makanan lantaran akan menyebabkan penyakit kanker dalam jangka panjang serta keracunan dalam jangka pendek. “Harus nol sama sekali seluruhnya, karena sangat berbahaya bagi kesehatan.” Ujar Yulia kepada okezone, Sabtu (3/10/2009).Yulia menambahkan, makanan yang dijual para pedagang di pasar dan terbukti menggunakan bahan tambahan pangan berbahaya di antaranya, mie basah, bakso, otak-otak, kwetiau, tahu kuning, pacar cina, dan kerupuk merah.”Yang paling parah ada kerupuk merah atau kerupuk padang yang biasa digunakan di ketupat sayur, itu ada di lima pasar, dan terbukti menggunakan rodamin atau pewarna tekstil,” paparnya.Langkah selanjutnya, kata Yulia, pihaknya akan mengumpulkan seluruh pedagang untuk dibina mengenai keamanan pangan dan makanan jajanan sehat. Setelah itu, baru diterapkan sanksi hukum pidana sesuai Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Keamanan Pangan. Sanksinya bisa berupa kurungan penjara.Tujuh pasar yang terbukti menjual pangan mengandung bahan tambahan pangan berbahaya diantaranya, Pasar Musi, Dewi Sartika, Mini, Sukatani, Cisalak, Kemiri Muka, dan Depok Jaya. Sebagian di antaranya, berasal dari produsen di daerah Depok maupun Bogor.Keberadaan peraturan daerah (perda) tentang makanan dan minuman yang diperbolehkan dijual di kantin sekolah tidak menjamin hilangnya praktik-praktik ilegal penambahan zat campuran pada makanan anak-anak itu. Karena itu yang harus dikedepankan adalah penegakan payung hukum yang sudah ada. “Regulasi itu sudah ada, baik dalam bentuk undang-undang ataupun peraturan menteri. Yang perlu adalah penegakan hukumnya,” ujar Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail di Depok, Jawa Barat, Kamis (11/6/2009). Lontaran Nurmahmudi merupakan respons atas wacana perlunya dibuat perda khusus tentang jajanan di sekolah lantaran maraknya praktik penambahan bahan tambahan makanan yang berbahaya dalam jajanan sekolah. Nurmahmudi menjelaskan, Menteri Kesehatan pada tahun 1987 telah mengeluarkan peraturan tentang bahan-bahan yang boleh digunakan sebagai bahan makanan tambahan. Karena itu, pemerintah tinggal melakukan pembinaan kepada produsen maupun konsumen.Yang menjadi tantangan, tambah Nurmahmudi, adalah melakukan pengawasan terhadap para produsen. Jika industri makanan tersebut legal, dalam artian alamat pabriknya jelas dan memiliki izin usaha, maka pemerintah bisa dengan mudah melakukan pembinaan. “Yang jadi masalah kalau produk itu tidak berlabel, tidak beralamat, maka perlu kerja keras dari berbagai pihak,” katanya. Ke depannya, Nurmahmudi berjanji pemeriksaan jajanan di Depok tidak hanya terbatas pada jajanan anak SD saja. Tapi juga akan merambah kantin-kantin di perkantoran. “Untuk sementara kita pilih anak SD karena ini bagian dari upaya menyelamatkan generasi ke depan,” jelasnya.Dinas Kesehatan Depok beberapa hari lalu melakukan pengambilan sampel jajanan ke 30 kantin SD di Kota Depok. Hasilnya 30 persen sampel positif mengandung boraks, 16 persen mengandung formalin, tiga persen mengandung siklamat, metanil yellow, dan rodamin. Untuk bahan boraks umumnya ditemukan pada produk krupuk putih, bakso, dan nuggets.Sementara zat formalin ditemukan pada nugget dan mie. Zat siklamat yang jumlahnya melebihi takaran ada pada produk es sirup dan es mambo. Untuk zat metanil yellow (pewarna kuning) dan rodamin (pewarna merah) atau yang lebih dikenal sebagai pewarna tekstil ditemukan pada permen karet.

By kelompok12site Posted in Makanan